Profil

TPS 3R Talunombo Sukses Ubah Sampah Plastik Jadi BBM

Upaya pengelolaan sampah di Desa Talunombo, Kabupaten Wonosobo, semakin berkembang dengan adanya TPS 3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle). Selain menangani sampah domestik, tempat ini juga berhasil mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) solar yang kini mulai dimanfaatkan warga. Berawal dari Masalah Sampah di Saluran Irigasi Pengelola TPS 3R, Tariyah, menjelaskan bahwa […]

Oleh Achmad Aristyan

TPS 3R Talunombo Sukses Ubah Sampah Plastik Jadi BBM
Mesin pirolisis plastik di Desa Talunombo, Sapuran, Wonosobo yang bisa digunakan untuk mengubah sampah plastik menjadi BBM. Foto: Aristyan
Diterbitkan

Upaya pengelolaan sampah di Desa Talunombo, Kabupaten Wonosobo, semakin berkembang dengan adanya TPS 3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle).

Selain menangani sampah domestik, tempat ini juga berhasil mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) solar yang kini mulai dimanfaatkan warga.

Berawal dari Masalah Sampah di Saluran Irigasi

Pengelola TPS 3R, Tariyah, menjelaskan bahwa inisiatif pengelolaan sampah di Talunombo berawal dari permasalahan sampah yang menyumbat saluran irigasi.

Mayoritas warga di desa ini berprofesi sebagai petani, sehingga masalah ini berdampak langsung pada hasil panen mereka.

“Di saluran irigasi itu banyak sampah yang menyumbat, sehingga air tidak lancar dan mengurangi hasil panen,” ungkap Tariyah saat ditemui di TPS 3R Talunombo.

Melihat kondisi ini, warga mulai berinisiatif mengelola sampah, terutama sampah plastik yang sulit terurai.

Baca Juga: Pemkab Wonosobo Adakan Pasar Murah Jelang Idul Fitri

Pemerintah desa kemudian menyediakan lahan kosong untuk dijadikan tempat pembuangan sementara (TPS).

Namun, seiring berjalannya waktu, warga semakin terdorong untuk mengembangkan sistem pengelolaan yang lebih baik hingga akhirnya terbentuklah TPS 3R.

Dukungan Pemerintah dan Perkembangan Fasilitas

Awalnya, pengelolaan sampah di Talunombo masih sangat terbatas karena keterbatasan alat dan dana.

Namun, pada tahun 2023, desa ini mendapatkan bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Wonosobo untuk pembangunan gedung TPS 3R.

Selain itu, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah juga memberikan bantuan berupa alat pirolisis yang mampu mengubah sampah plastik menjadi BBM solar.

“Dari BRIDA Provinsi Jateng, kami dapat alat pirolisis yang bisa mengolah sampah plastik menjadi BBM solar,” jelas Tariyah.

Sistem Pengelolaan Sampah yang Terstruktur

Saat ini, sistem pengelolaan sampah di Talunombo sudah lebih terstruktur.

Pengelola TPS 3R telah melakukan sosialisasi kepada warga agar memilah sampah sejak dari rumah.

“Pertama, kita harus sosialisasi dulu ke masyarakat,” ujar Tariyah.

“Setelah warga tahu ada pengelolaan sampah, tim pengelola langsung mengambil sampah dari rumah-rumah warga”, tambahnya.

Sampah yang dikumpulkan dibedakan menjadi dua jenis, yakni sampah plastik dan sampah organik.

Untuk menjangkau gang-gang sempit, tim pengelola menggunakan angkong, sementara untuk area jalan desa, mereka menggunakan kendaraan roda tiga menuju TPS 3R.

Sampah plastik akan dipilah dari sampah lain sebelum diolah menjadi BBM. Foto: Aristyan

Dampak Positif bagi Warga

Keberadaan TPS 3R tidak hanya membantu mengatasi masalah sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Plastik dari desa lain kini bisa dijual ke TPS 3R Talunombo dengan harga Rp500 per kilogram.

Baca Juga: Disparbud Wonosobo Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Festival Mudik 2025

Bahkan, solar hasil olahan sampah plastik kini mulai digunakan warga setempat, khususnya petani yang menggunakan tractor.

“Para petani yang memakai traktor sudah mulai menggunakan solar dari kami, harganya lebih murah dibanding di SPBU,” kata Tariyah.

Selain itu, beberapa penggilingan padi di desa juga telah beralih menggunakan BBM dari TPS 3R.

Harapan Pengelola TPS 3R

Ke depan, TPS 3R Talunombo berharap dapat memperluas jangkauan pengelolaan sampah ke desa-desa terdekat.

“Kami ingin bisa mengelola sampah dari desa lain, bukan hanya di Talunombo,” ujar Tariyah.

Saat ini, pihaknya sudah mulai berkomunikasi dengan para penggiat sampah dari desa lain untuk bekerja sama dalam pengelolaan sampah plastik.

Dengan sistem yang semakin berkembang, diharapkan TPS 3R Talunombo bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola sampah secara mandiri dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta berkelanjutan.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Profil

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan