Berita

Indonesian Fashion Forward (IFF) NY Bawa Tradisi Indonesia

Delapan produk fesyen unggulan berlabel Indonesian Fashion Forward (IFF) baru saja ditampilkan di ajang Pameran Dagang Fashion Business to Business COTERIE di New York, Amerika Serikat 22-24 September 2024. Partisipasi Indonesia di ajang Indonesian Fashion Forward hasil kolaborasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York dan Jakarta […]

Oleh Ridwan

Indonesian Fashion Forward (IFF) NY Bawa Tradisi Indonesia
Diterbitkan

Delapan produk fesyen unggulan berlabel Indonesian Fashion Forward (IFF) baru saja ditampilkan di ajang Pameran Dagang Fashion Business to Business COTERIE di New York, Amerika Serikat  22-24 September 2024.

Partisipasi Indonesia di ajang Indonesian Fashion Forward hasil kolaborasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York dan Jakarta Fashion Week (JFW).

“Desainer-desainer muda Indonesia yang tergabung dalam IFF tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menciptakan tren baru,” ujar Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UKM, Siti Azizah, dalam keterangannya, Jumat (23/9/2024), dilansir dari siaran pers Kemenkop UKM.

Kedelapan produk fesyen yang ditampilkan adalah Baha Gia, Fuguku, Kami, Nadjani, Jenna & Kaia, HijabChic, Aleza, dan Hameeda. Koleksi ini tidak hanya menawarkan busana ready-to-wear inovatif, tetapi juga memadukan tradisi Indonesia dengan desain kontemporer.

Deputi Bidang Kewirausahaan KemenkopUKM Siti Azizah ( Foto: Dok. KemenkopUKM)

Debut IFF di COTERIE berhasil memukau dunia mode internasional, dengan menampilkan keunikan yang menjembatani warisan budaya dan gaya modern. “Koleksi ini menghadirkan ciri khas tersendiri yang menggabungkan warisan budaya dengan inovasi modern,” tambah Azizah.

Selain koleksi fesyen, kehadiran IFF di COTERIE semakin diperkuat dengan instalasi seni imersif karya seniman Indonesia ternama, Mulyana (MangMoel). Instalasi seni tersebut, didukung oleh D Galerie, Jakarta, terinspirasi dari ekosistem bawah laut dan mengubah IFF Lounge menjadi ruang seni yang menggambarkan kreativitas dinamis Indonesia.

Baca Juga: Naufal Abshar: Tawa di Balik Kanvas “Haha”

Azizah menegaskan, kehadiran Indonesia di COTERIE bukan hanya memperkenalkan desainer berbakat, tetapi juga mengirimkan pesan kuat bahwa fesyen berbasis warisan, keberlanjutan, dan inovasi dapat mencuri perhatian di panggung internasional. “Masa depan fesyen bukan hanya soal estetika, tetapi juga tanggung jawab dan visi untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Azizah juga berharap para desainer IFF dapat berbagi pengalaman dan menjadi mentor bagi fashionpreneur Indonesia yang ingin mengembangkan bisnisnya ke pasar global setelah kembali dari New York.

COTERIE adalah salah satu pameran dagang fesyen business to business terbesar di Amerika Serikat. Pada 2022, lebih dari 600 peserta pameran dari 90 negara berpartisipasi, dengan lebih dari 8.300 pengunjung, mayoritas merupakan pelaku industri fesyen dari seluruh Amerika Serikat. (Foto: Ist)

TopikBerita
Berita28 SEP 2024

Tentang Penulis

Ridwan

Ridwan

Mengawali kariernya sebagai wartawan surat kabar, lalu melintasi media online, tabloid, majalah, hingga menjadi produser televisi. Berbekal pengalaman jurnalistik tersebut, ia kini aktif menulis isu-isu budaya, pariwisata, sejarah, hingga politik.

Lihat semua tulisan

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →

Lainnya dari Ridwan

Lihat semua →