Pariwisata

Kampung Wisata Sayur Blederan Ajak Mengenal Pertanian

Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah memiliki destinasi wisata menarik bernama Kampung Wisata Sayur Blederan. Berlokasi di Desa Blederan, Kecamatan Mojotengah, kampung wisata ini sekaligus menjadi media edukasi tentang kekayaan dan keragaman hayati khas Indonesia, khususnya Sayuran. Kampung Wisata ini menawarkan pengalaman unik tentang pemberdayaan masyarakat dan praktik budidaya sayur organik yang memanfaatkan lahan pekarangan. Ida Indriawati, […]

Oleh Achmad Aristyan

Kampung Wisata Sayur Blederan Ajak Mengenal Pertanian
Kegiatan wisata edukasi pembibitan sayuran di Kampung Wisata Sayur Blederan. Foto: Aristyan.
Diterbitkan

Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah memiliki destinasi wisata menarik bernama Kampung Wisata Sayur Blederan. Berlokasi di Desa Blederan, Kecamatan Mojotengah, kampung wisata ini sekaligus menjadi media edukasi tentang kekayaan dan keragaman hayati khas Indonesia, khususnya Sayuran. 

Kampung Wisata ini menawarkan pengalaman unik tentang pemberdayaan masyarakat dan praktik budidaya sayur organik yang memanfaatkan lahan pekarangan.

Ida Indriawati, Sekretaris Desa Blederan, menyebut, Kampung Wisata Sayur Blederan diresmikan tahun 2018. Inisiatif ini dimulai sebagai upaya masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah mereka dengan cara yang lebih produktif dan berkelanjutan. 

“Warga di sini berinovasi dengan menanam sayuran organik dalam polibag di pekarangan rumah. Semua warga kompak, sehingga muncul julukan Kampung Sayur Blederan,” ujarnya.

Baca juga: Menikmati Sejuknya Wisata Kebun Teh Panama Wonosobo

Berbagai komoditas pertanian yang ditanam oleh warga di pekarangan rumah membuat setiap sudut Desa Blederan tampak subur. 

“Berkat konsistensi warga dalam merawat sayuran organik, kini Desa Blederan dikenal sebagai Kampung Wisata Sayur. Ini juga memberikan dampak positif pada perekonomian warga,” tambah Ida.

Kegiatan wisata edukasi pertanian alpukat di Kampung Wisata Sayur Blederan. Foto: Aristyan

Desa Blederan semakin percaya diri menawarkan paket wisata edukasi kepada para pengunjung.

“Kini, sudah tersedia paket wisata edukasi Kampung Wisata Blederan yang dapat menjadi alternatif pariwisata di Wonosobo. Banyak tamu dari berbagai daerah telah berkunjung untuk belajar langsung dari praktik pertanian organik yang dilakukan di sini,” jelas Ida.

Sebagai Kampung Wisata Sayur, ada beberapa paket yang dapat dipilih oleh wisatawan, yaitu:

  1. Paket A (Paket Pelajar) – Biaya Rp 15.000 per orang, paket ini mencakup belajar tentang pemberdayaan pertanian pekarangan, trip ke lahan pembelajaran sayur pekarangan, praktik budidaya sayur organik, dan mencicipi makanan ringan khas Blederan.
  2. Paket B (Paket Umum) – Biaya Rp 15.000 per orang, paket ini mencakup kegiatan belajar yang serupa dengan Paket A, trip ke lahan pembelajaran sayur pekarangan, dan makanan ringan khas Blederan. Selain itu, ada beberapa aktivitas tambahan yang dapat dipilih, seperti:

   – Pancungan Cengkul (Rp 5.000/orang)

   – Mancing Unjar (Rp 10.000/orang)

   – Adang Sego Jagung/Leye (Rp 10.000/orang)

   – Live-in (Menginap)

Baca juga: Mengenal Teh Carica, Pepaya Gunung Khas Dieng Wonosobo

Wisatawan yang datang ke Kampung Wisata ini juga dapat memesan berbagai makanan khas seperti bakso, mie rebus sayur organik, nasi sayur khas Blederan, nasi kemul megono, nasi liwet Blederan, nasi lalap ayam/ikan, tumpeng ingkung, dan berbagai minuman. 

Sektretariat Kampung Wisata Blederan. Foto: Aristyan

Menu-menu itu dapat dipesan sebagai tambahan dengan harga mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 250.000 (Tumpeng Ingkung).

Dari fasilitas yang ditawarkan itu, Kampung Wisata Sayur Blederan akan memberikan pengalaman wisata berbeda di Kabupaten Wonosobo. Bagi pembaca yang tertarik berwisata edukasi di Desa Blederan, bisa menghubungi nomor 0857-2577-7357 (Ida) untuk informasi lebih lanjut.

TopikPariwisata
Pariwisata21 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan