Profil

Kiprah SMP N 3 Wonosobo dalam Akademik dan Olahraga

SMP Negeri 3 Wonosobo terletak di Punjen, Bomerto, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Berada di bawah kaki Gunung Sindoro dan Gunung Kembang, sekolah ini memiliki udara yang sejuk dan lingkungan yang nyaman, menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi para siswa. Selain dikenal dengan lingkungannya yang asri, SMP N 3 Wonosobo juga memiliki banyak siswa […]

Oleh Achmad Aristyan

Kiprah SMP N 3 Wonosobo dalam Akademik dan Olahraga
SMP N 3 Wonosobo. Foto: Aristyan
Diterbitkan

SMP Negeri 3 Wonosobo terletak di Punjen, Bomerto, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Berada di bawah kaki Gunung Sindoro dan Gunung Kembang, sekolah ini memiliki udara yang sejuk dan lingkungan yang nyaman, menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi para siswa.

Selain dikenal dengan lingkungannya yang asri, SMP N 3 Wonosobo juga memiliki banyak siswa berprestasi di berbagai bidang.

SMP Negeri 3 Wonosobo telah berdiri sejak tahun 2006.

Sekolah ini menjadi solusi bagi anak-anak di wilayah Bomerto, Tlogojati, dan Sariyoso yang sebelumnya mengalami kendala jarak dalam mengakses pendidikan tingkat menengah pertama.

Dengan keberadaan sekolah ini, semangat siswa untuk melanjutkan pendidikan semakin meningkat.

Wakil Kepala Sekolah, Suparwanto, menjelaskan bahwa pendirian SMP N 3 Wonosobo bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan di daerah itu.

“Karena jarak dari sekolah yang sudah ada terlalu jauh, sehingga animo anak-anak untuk sekolah itu kurang. Sehingga dengan adanya SMP 3, anak-anak di sekitar SMP 3 itu menjadi lebih termotivasi untuk sekolah,” ujarnya.

Keuggulan SMP Negeri 3 Wonosobo

Menurut Suparwanto, sekolah ini memiliki beberapa keunggulan utama yang membedakannya dari sekolah lain.

Keunggulan pertama adalah lokasinya yang strategis di daerah yang sejuk dan tenang, mendukung suasana belajar yang kondusif bagi siswa.

Baca Juga: Makam Ki Ageng Empu Supo, Warisan Spiritual dan Sejarah di Sedayu Sapuran

Keunggulan kedua adalah kualitas tenaga pendidiknya.

“Semua bapak ibu guru di sini sesuai dengan kualifikasinya,” jelasnya. Dengan tenaga pendidik yang kompeten, proses belajar mengajar menjadi lebih efektif.

Selain itu, keunggulan lainnya adalah banyaknya kegiatan yang mendukung pengembangan potensi siswa di berbagai bidang, seperti akademik, olahraga, keterampilan, dan keagamaan.

Budaya sopan santun menghormati guru yang diajarkan di SMP N 3 Wonosobo. Foto: Aristyan

Prestasi di Bidang Akademik dan Olahraga

SMP Negeri 3 Wonosobo telah menorehkan berbagai prestasi baik di bidang akademik maupun olahraga.

Baru-baru ini, sekolah ini berhasil meraih juara dua dalam liga basket serta menunjukkan pencapaian membanggakan dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) pada kategori basket putra dan putri.

“Kristasi yang baru saja diraih di SMP 3 yaitu juara dua liga basket, kemudian Popda basket juga, putri maupun putra,” ujar Suparwanto.

Di bidang akademik, prestasi tak kalah membanggakan juga diraih siswa SMP Negeri 3 Wonosobo.

“Alhamdulillah kemarin ada juara satu Matematika, kemudian juara satu Bahasa Inggris juga. Nanti bisa dilihat di depan itu masih ada posternya,” tambahnya.

Peserta lomba akademik umumnya berasal dari kelas 9, sedangkan peserta lomba olahraga didominasi siswa kelas 7 dan 8.

Untuk bidang olahraga, seleksi ketat dilakukan untuk memastikan siswa yang berpartisipasi memiliki potensi yang cukup.

Ekstrakurikuler yang Beragam

SMP Negeri 3 Wonosobo memiliki berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang menarik dan mendukung pengembangan bakat siswa.

Di bidang olahraga, terdapat ekstrakurikuler karate, pencak silat, voli, sepak bola, dan basket.

Selain itu, ada juga kegiatan keterampilan seperti membatik dan tari, serta ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR).

“Ekskul yang paling banyak diminati adalah olahraga, ada karate, pencak silat, voli, sepak bola, dan basket,” jelas Suparwanto.

Untuk ekstrakurikuler basket, latihan dilakukan secara intensif tiga kali dalam seminggu.

Banyak siswa juga berlatih di luar jam sekolah dengan bergabung dalam klub olahraga guna meningkatkan kemampuan mereka.

Kegiatan Spesial di Bulan Ramadan

Saat memasuki bulan Ramadan, kegiatan ekstrakurikuler untuk sementara dihentikan, namun sekolah tetap mengadakan program khusus.

“Kalau di bulan Ramadan ini sementara kosong dulu,” kata Suparwanto.

Meski demikian, ada beberapa program yang tetap berjalan selama Ramadan.

Program itu antara lain Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan pesantren kilat yang dilaksanakan menjelang libur sekolah.

Baca Juga: Dinkes Wonosobo Inspeksi Keamanan Pangan di Pujasera dan Pasar Tradisional

Selain itu, ada pula kegiatan sosial seperti pengumpulan zakat dan sedekah bersama yang melibatkan guru dan siswa.

“Kemudian yang kemarin dari pihak dinas itu ada wakaf Al-Quran, itu juga sudah dilaksanakan,” tuturnya.

Dengan lingkungan yang mendukung, SMP Negeri 3 Wonosobo terus berupaya mencetak generasi yang berprestasi.

Sekolah ini menargetkan keberhasilan baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

Diharapkan, sekolah ini akan terus berkembang dan menghasilkan siswa-siswa yang siap menghadapi tantangan di masa depan.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Profil

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan